Kegiatan
pengabdian masyarakat yang kami lakukan pada tanggal 13 Desember 2014
di Kawasan Pelabuhan Ekspor – Impor Tanjung Emas Semarang ,
kegiatan ini merupakan bagian dari Proyek “Terimakasih Semesta”
sebuah gerakan yang kami bentuk sebagai upaya mengenalkan keindahan
alam dan budaya Indonesia dengan menyertakan gerakan berbagi
kebahagiaan dan senyuman pada dunia, pada kegiatan kali ini kami
mengangkat tema “Humanism For Creating Be Better World” sesuai
tema yang kami usung kami berharap dengan nilai kemanusiaan kita
semua bisa berkreasi untuk dunia yang lebih baik, Dunia yang lebih
Indah dengan Senyuman dan Tawa bahagia dari Rakyat Indonesia. Kami
berharap kegiatan ini dapat menginspirasi anak muda generasi bangsa
bahwa penting nya sikap berbagi kebahagiaan terhadap sesama dengan
cara-cara semacam ini di harapkan akan menumbuhkan kepedulian
terhadap sesama dan meningkatkan rasa syukur kepada Alllah SWT
menyadari akan Rizki yang Di berikan-Nya dan mempergunakan di jalan
yang baik dan benar.
Kamis, 18 Desember 2014
Rabu, 17 Desember 2014
Ayam Kapas yang Menggemaskan
Ayam kapas adalah unggas yang sangat menggemaskan karena memiliki bulu yang lembut dan warna yang putih bersih sehingga ayam ini memiliki banyak penggemar. Namun meskipun di Indonesia banyak ditemukan warna putih, di Amerika ayam kapas memiliki warna abu-abu, biru, blorol, dll.
Karakteristik
Ayam Kapas
Asal mula ayam kapas konon berasal dari daratan Cina
yang disebarluaskan oleh Marcopolo ke berbagai negara di Eropa. Ayam Kapas
memliki folikel bulu tidak melekat satu dengan lainnya sehingga ayam ini nampak
seperti kapas atau sutra
Ayam kapas memiliki beberapa kelebihan dari
tampilannya selain bulunya yang tidak mempunyai folikel hingga bulu tidak
melekat satu sama lain dan nampak seperti kapas. Ayam kapas juga memiliki jari
cakar sebanyak 5 buah, berbeda dari ayam biasanya yang mempunyai jari kaki
sebanyak 4 buah. Kaki ayam kapas biasanya berbulu walau di temukan juga ayam
kapas yang jari kakinya tidak berbulu.
Banyak
orang meyakini ayam kapas dengan daging yang berwarna hitam dipercaya bisa
menghindarkan penyakit sakit persendian seperti reumatik dan lain-lain.
Biasanya daging ayam kapas di jadikan sup ginseng ayam yang berhasiat dan juga
mahal.
Ayam
ini mempunyai pial/jengger seperti bunga mawar atau rose. Pialnya besar dan
terdiri dari beberapa baris pial bergerigi. Beberapa ayam kapas memiliki jambul
dibelakang pial. Jenggernya ada yang berwarna merah atau ada yang berwarna
biru.
Ayam
kapas termasuk jenis ayam petelur yang cukup produktif, dalam setahun ayam
kapas betina bisa menghasilkan telur lebih dari 200 butir. Dengan produksi
telur yang lumayan besar ini, ayam kapas cocok dijadikan sebagai ayam kampung
petelur, karena karakter daging dan telur mirip dengan ayam kampung.
Memelihara
Ayam Kapas
Memelihara ayam kapas
pada dasarnya hampir sama dengan ayam kampung atau ayam jenis lainnya.
Pemeliharaan ayam kapas bisa dilakukan dengan cara diumbar, kandang terbatas
atau bahkan kandang khusus sebagai pajangan. Yang penting kandang ayam kapas
harus cukup mendapatkan sinar matahari, terutama pagi hari. Lebih bagus jika
kandang menghadap timur sehingga matahari pagi bisa masuk ke kandang. Kandang
harus selalu kering dan tidak lembab, sehingga ventilasi yang cukup penting
untuk kesehatan ayam kapas.
Pemberian pakan tidak
ada bedanya dengan ayam kampung atau ayam jenis lain, misalnya saja dedak,
nasi, biji bijian seperti jagung, gabah kedelai. Untuk ayam kapas yang masih
kecil, pemberian Voer akan membantu pertumbuhan ayam.
Karena ayam kapas
dilihat keindahan pada bulunya, maka pemeliharaan harus memperhatikan
kebersihan kandang sehingga ayam selalu tampak bersih dan indah. Kotoran ayam
atau sisa makanan yang menempel pada bulu akan mengurangi keindahan ayam kapas.
Diakses : 03
Desember 2014
Nama : Mady Indah Permatasari M
NIM : 23010114140182
Langganan:
Postingan (Atom)
